Berbagai kegiatan mulai digelar, sehari setelah dibuka secara resmi oleh Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Susilo Bambang Yudhoyono. Masing-masing mata kegiatan diikuti oleh peserta dari utusan sub camp, terdiri dari sub camp putera dan sub camp puteri dengan jumlah seluruhnya sekitar 245 orang Pramuka penggalang dari berbagai negara.
Salah satu kegiatan yang berlangsung hingga tanggal 26 Oktober 2008 adalah Adventure Land yang dilaksanakan di area Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, jakarta. Kegiatan ini sangat menarik dan mengesankan bagi peserta yang sejak pagi hingga tengah hari menikmati segala yang disuguhkan petugas. Setidaknya itu yang dirasakan peserta, mereka mengungkapkan kegembiraan mendapatkan berbagai pelajaran tentang teknik survival atau cara bertahan hidup dalam mata kegiatan ini.
Seperti yang diungkapkan Ade Hertiawan Juniansyah dari Regu Rajawali asal Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Barat, ketika mendapat materi tentang menangkap hewan buruan dan menguliti (Skinning), �Saya sangat terkesan saat menyembelih hewan buruan dan mengulitinya, tentu pelajaran ini sangat berguna sekali bagi kami yang masih dangkal akan pengetahuan tentang teknik survival, dan sewaktu-waktu sangat berguna bagi kami semua, seolah-olah mewakili teman-temannya.

Peserta yang bergerak dari tapak kemah menuju kegiatan Adventure Land yang terletak di areal Hutan Arboretum memang tampak bersemangat sejak dalam perjalanan hingga tiba lokasi kegiatan yang menempuh jarak sekitar 5 kilo meter. Terlebih panitia langsung menyambut mereka dengan tak kalah semangatnya sambil meneriakkan beberapa yel.
Pada sesi pertama, peserta putra (Boys) diperkenakan mengikuti materi menangkap dan memotong serta menguliti (Skinning) hewan buruan sebagai materi perkenalan dalam survival, sementara peserta putrid (Grils) asyik mendengarkan penjelasan dari pemberi materi dari Lembaga Study Ular, SIOUX tentang berbagai jenis ular. Di sini peserta dipaparkan berbagai jenis ular dengan tingkat bisa yang dimilikinya termasuk struktur anatomi gigi yang dapat menjadi informasi berguna saat mengenali seekor ular.
Setelah itu peserta bergerak ke berbagai sub kegiatan di dalam Hutan Arboretu, salah satunya berburu hewan sebagai bahan makanan saat dalam keadaaan tertekan, serta camp craft yang mengajak peserta memasak dengan maknan seadanya, namun kambing yang tadi dikuliti jadi menu tambahan yang ditunggu-tunggu. Cara mereka memasak tentu dengan cara seadanya seperti dengan batu, kayu dan memasak menggunakan buah kelapa.
Peserta juga diajak mengenal kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya mengenal alat berburu tradisional asal Balik Papan, Kalimantan Timur, yaitu sumpit berupa tombak yang cara menggunaknnya ditiup. Sehingga bisa menambah pemahaman budaya antar Negara ASEAN terlebih remaja Indonesia sendiri yang belum tentu mengetahuinya seperti Novi Kurniawati (13) yang mengaku hanya sering melihat namun tidak pernah menggunakan alat berburu ini sebelumnya,
�Sebenarnya saya pernah melihat di pasar cendramata, tahu kalau itu alat untuk berburu tapi tidak pernah mencobanya. Tapi pas ke Jakarta, ikut Jambore ASEAN, malah jadi punya kesempatan untuk nyoba alat ini,�selorohnya.
Lain lagi cerita remaja asal DKI Jakarta yang rela badannya penuh lumpur demi mendapatkan ikan dalam sesi berburu hewan air, �Perasaan saya setelah hunting ini sangat enak banget malah pingin lagi,�ujar Adi Surya yang masih terengah-engah.
�Saya merasakan pengalaman yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata termasuk tentang teknik menangkap ikan , pokoknya hari ini saya dapat semua,� ungkap pelajar SLTP 110 Jakarta Selatan ini sumringah.
Sementara Kakak instrukturnya mengaku tak kalah senangnya karena bisa membagi ilmu yang dimiliki, �Senang bisa bagi-bagi ilmu, karena materi berburu ini jarang didapet dalam event-event, kecuali outbond, terkadang di acara pramuka sekalipun jarang materi seperti ini dipraktikkan,� ungkap Ridwan (22) yang pertama kali dapat ilmu survival juga dari kegiatan kepramukaan.
Sebagai penutup, peserta diajak bermain paint ball. Serunya kegiatan paint ball ini bukan sekadar permainan belaka. Karena setelah memiliki pemahaman tentang teknik survival atau dikenal juga dengan kemampuan bertahan hidup, diharapkan peserta dapat menentukan pilihan untuk hidupnya yang digambarkan dalam permaianan paint ball ini, �Di sana akan terlihat orang dengan berbagai tipe, yang suka gambling akan menyerang dengan penuh perhitungan tapi ada juga yang bertipe diam yang hanya menunggu dan bersembunyi di balik semak,� ungkap Kak Seno sebagai salah satu panitia dalam kegiatan Adventure Camp ini.
Peninjau dari World Scout Bereu (WSB)/Asia Pasific Region (APR), Luz Taray tak kalah terkesannya, �It�s Very refreshing to see the scouts enjoying the activities of the adventure land. The place is green and cool and we are indeed lucky to part of this fascinating expierience of nature�
sumber : pramuka.or.id


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, Selasa(14/8) pagi, menghadiri upacara peringatan hari Pramuka di lapangan Gajah Mada, Cibubur, Jakarta.

Presiden Yudhoyono juga menyematkan lencana tanda kehormatan dari gerakan Pramuka pada 21 orang tokoh. Mereka antara lain adalah Badar Haji Ali Chief Commissioner Persekutuan Pengakap Brunai Darsalam, Sutham Phanthusak Internasional Commissioner Nasional Scout Organization of Thailand, Rudolf M. Pardede Ketua Mabida Sumatera Utara.

Hadir Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Kepala Polri Jenderal Sutanto, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Upacara ini juga dihadiri ratusan anggota Pramuka.

Umur Pramuka di Indonesia telah mencapai 46 tahun. Gerakan Pramuka dibentuk dengan keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961. Pramuka merupakan gabungan dari 60 organisasi kepanduan yang saat itu ada di Indonesia.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azwar Anas dalam sambutannya mengatakan telah menyusun Rancangan Undang-Undang Gerakan Pramuka untuk memantapkan organisasi Pramuka. "Mudah-mudahan dapat disahkan pada 2008," ujar Azwar Anas.



;;